Membangun Hubungan Dengan Tuhan

Audio: 

Nas: 1 Korintus 15:57-58

Tuhan secara aktif mencari manusia sejak penciptaan karena ada satu kerinduan dari Tuhan agar manusia memiliki persekutuan intim dengan Dia.

Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, manusia kehilangan persekutuan dan hubungan yang intim dengan Tuhan.

Dalam relevansinya sekarang ini, seringkali kita terlalu sibuk ketika bangun dan tergesa-gesa dengan kesibukan hari sampai kita lupa berdoa dan menjalin hubungan dengan Tuhan.

Seperti seorang orang tua yang memiliki komunikasi dan persekutuan yang intim dengan anaknya, sang anak akan lebih mudah memahami keinginan orang tuanya. Sumber persekutuan kita seharusnya didapat dan dipelajari dari keluarga kita.

Namun pada praktiknya, seringkali kita terlalu menjaga wibawa kita dari anak sehingga terbangun tembok yang menghalangi persekutuan dan hubungan emosional dengan anaknya. Ketika waktunya anak itu sudah mulai dewasa, banyak orang tua menyayangkan tidak adanya hubungan yang intim dengan anaknya.

Ingatkah kita pertama kali kita berpacaran? Kita menggebu-gebu untuk selalu bertemu dan berkomunikasi. Juga seperti teman baik yang intim dan nyaman, kita bisa mengobrol tanpa ada kepentingan. Tidak hanya mencari dan berbicara ketika ada kepentingan saja. Demikian juga kita dengan Tuhan. Ketika ada komunikasi yang intim dengan Tuhan, kita akan dapat berkomunikasi dengan-Nya dengan nyaman dimanapun kita berada.

Demikianlah Yesus yang datang ke dunia untuk membangun hubungan dengan manusia dan mengutus Roh Kudus untuk tinggal dalam hati kita. Sebagai seorang yang hidup di jaman perjanjian baru, marilah kita meresponi Tuhan dengan membangun persekutuan yang sudah sering kita lupakan padahal Tuhan ada dan hadir dalam hati kita agar terjadi sebuah hubungan yang indah dengan Tuhan dan kita memiliki sebuah damai sejahtera dan sukacita dalam hati kita.

Pembicara: 
Pdt. Haryanto Khouw