Lihatlah Sekelilingmu

Nas: Kisah Para Rasul 2:41-47

Tuhan Yesus menjanjikan penolong dan penghibur kepada murid-muridnya(Yohanes 14:16,26) dan janji tersebut ditepati pada peristiwa Pentakosta.

Apa yang terjadi setelah Pentakosta?

Jemaat mula-mula terbentuk dan mereka hidup sesuai dengan karakter Roh Kudus yang memenuhi mereka.

Apa yang memenuhi mereka menentukan sifat mereka. Roh Kudus memenuhi mereka sehingga mereka hidup sesuai dengan sifat Roh Kudus.

Sifat Roh Kudus yang dapat kita pelajari dalam Yohanes 14:16,26 adalah Penolong dan Penghibur. Namun dalam bahasa Yunani menggunakan kata Parakletos yang berarti berjalan berdampingan/bersama kita dan berarti juga seorang Konselor.

Karakter ini membuat jemaat tidak berfokus pada karunia Roh yang bersifat pribadi, seperti bahasa Roh. Melainkan yang ditonjolkan dalam kehidupan jemaat mula-mula adalah cara hidup yang melihat orang lain(berfokus pada orang lain).

 

Untuk belajar melihat sekeliling kita, kita dapat belajar dari cara hidup jemaat mula-mula

1. Hidup saling memperhatikan
- Perhatian adalah salah satu kekuatan yang paling kuat di dunia ini.
- Allah kita adalah Allah penuh perhatian. Ia bahkan memperhatikan sehelai rambut kita yang jatuh.
- Oleh karena itu bentuk dasar dari tindakan kasih adalah perhatian.
- Salah satu bentuk perhatian sederhana yang dapat kita lakukan adalah mengorbankan waktu dan pikiran untuk menjadi seorang pendengar. Dr. James Lynch: tekanan darah akan naik ketika orang berbicara dan turun ketika mereka mendengarkan.

"Mengasihi dengan sungguh berarti siap disakiti. Kasihilah sesuatu dan hati anda pasti akan tersayat dan mungkin akan hancur" - C.S Lewis

2. Hidup dengan empati
- Empati adalah suatu proses ketika seseorang merasakan perasaan orang lain dan menangkap arti perasaan itu, kemudian mengkomunikasikannya dengan kepekaan sedemikian rupa hingga menunjukkan bahwa ia sungguh-sungguh mengerti perasaan orang lain itu.
- Empati berarti menempatkan diri pada posisi orang lain sehingga kita tidak mudah menghakimi orang lain.
- Roh Kudus mampu memahami diri kita dan permasalahan kita secara mendalam.
- Oleh karena itu, untuk membangun kepedulian terhadap orang lain, harus belajar mengembangkan empati terhadap orang lain.

Pembicara: 
GI. Aksi Bali