Kebenaran Yang Mulia

Audio: 

Nas: Roma 5:1-11

Seorang filsuf pernah berkata demikian:
Kebenaran adalah indah, itu tidak bisa dibantah. Tetapi kebohongan juga indah. Acapkali kita lebih senang dibohongi. Dan ketika kebenaran disampaikan justru kita tidak suka. Hari ini ketika kita berbicara tentang kebenaran kita akan berbenturan dengan jaman ini yang disebut Postmodernisme.

Kebenaran vs Postmodernisme

Postmodernisme adalah perlawanan terhadap jaman modern yang mengatakan bahwa kebenaran ditentukan oleh akal budi. Jaman ini melawan bahwa kebenaran tidak selalu ditentukan oleh akal budi, namun oleh faktor lain seperti intuisi. Jaman ini tidak percaya adanya kebenaran mutlak. Sebuah jaman yang tidak perlu untuk membuktikan diri benar dan tidak perlu membuktikan orang lain salah, karena menurut mereka kebenaran bersifat relatif. Sifat utama jaman ini adalah plurarisme yang menjunjung perbedaan adalah segalanya.

Semua agama, semua jalan kebenaran adalah sama.

Inilah tantangan jaman ini yang tidak hanya berdampak pada agama namun semua aspek kehidupan, seperti seni, arsitektur. Ini merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi gereja, secara khusus gereja yang kehilangan generasi muda. Kehilangan ini mungkin disebabkan karena generasi muda sekarang ini memiliki pola pikir yang berbeda dengan gereja. Mereka banyak menganut postmodernisme, berbeda dengan gereja yang masih berpola pikir jaman modern.

Beberapa kebenaran yang terdapat dalam Alkitab antara lain:

- Tidak ada seorangpun yg benar (Roma 3:10)
- Semua orang telah berbuat dosa (Roma 3:23)
- Upah dosa ialah maut (Roma 6:23)
- Perbuatan tidak dapat menyelamatkan diri manusia (Roma 3:27)
- Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (Roma 1:16) 

Hasil pembenaran

Hidup orang Kristen adalah sebuah hasil pembenaran dan dengan hidup kitalah kita dapat menyampaikan kebenaran.

1. Hidup dalam damai sejahtera
Bukan berarti hidup yang bebas dari masalah. Tetapi hidup yang memiliki damai sejahtera karena iman kita (Ayat 1). Dunia ini semakin mencari damai sejahtera namun semakin kehilangan apa yang dia cari.

"If you look for truth, you may find comfort in the end; if you look for comfort you will not get either comfort or truth only soft soap and wishful thinking to begin, and in the end, despair."
C.S. Lewis

Ada ruang kosong dalam hati manusia yang tidak dapat diisi oleh apapun kecuali oleh kebenaran Kristus, dan kebenaran itulah yang akan memberikan damai sejahtera.

2. Bermegah dalam pengharapan
Di tengah dunia yang penuh dengan keputusasaan dan ketidak sukacitaan, kita tidak dapat berharap kepada siapapun (ayat 2). Pengharapan yang membuat kita bersukacita adalah kehidupan kekal. Oleh karena itu kita dapat bersukacita dalam pengharapan ini.

3. Bermegah dalam kesengsaraan
Di tengah dunia dimana kita tidak dapat menghindar dari masalah, penyakit dan penderitaan dunia, orang Kristen dapat memiliki sukacita (Ayat 3-4).

Banyak penggerak hidup manusia seperti kepahitan masa lampau, uang, dan ketakutan. Kita adalah produk masa lalu kita, tapi kita tidak perlu terpenjara oleh masa lalu. Tragedi terbesar dalam hidup bukanlah kematian, namun tidak memiliki tujuan hidup. Apakah yang menggerakkan hidup kita? Apakah hidup kita merupakan hasil pembenaran dari kebenaran Kristus?

Pembicara: 
GI. Aksi Bali