Hidup Bijaksana

Audio: 

Nas: Yakobus 5:1-6; Matius 6:19-20; Lukas 12:33

Jaman sekarang, kekayaan menjadi segala-galanya. Orang percaya bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa uang. Emas dan perak dapat berkarat. Harta dalam dunia tidak kekal. Namun harta di sorga sifatnya kekal dan tidak terukur.

Kenapa banyak kecaman terhadap orang kaya dalam Alkitab?

  1. Kekayaan membungkus kita dengan rasa aman yang palsu
    Semakin banyak kita memiliki, semakin kita merasa kurang. Rasa aman yang sesungguhnya hanya didapat dari iman yang didasarkan kepada Tuhan. Seorang yang menjalani pengobatan mahal belum tentu mendapatkan kesembuhan. Kesembuhan berasal dari Tuhan, sang sumber berkat.
  2. Kekayan menumpulkan kepekaan terhadap sesama
    Semakin kaya biasa seseorang semakin pelit dan serakah. Kita diciptakan untuk hidup secara komunal(bersama-sama). Namun seiring majunya jaman, manusia menjadi semakin invidualis dan mengumpulkan harta untuk dirinya dan keturunannya saja. Inilah orang yang dikecam Yakobus.


Warren Buffet, seorang miliader Amerika yang hidup sederhana. 80% kekayaannya disumbangkan kepada yayasan sosial. Warren berkata Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal. Tetapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan selalu mengucap syukur.

Bolehkah orang Kristen menjadi kaya? Bolehkah orang Kristen hidup nyaman dan enak? Kita memang diperintahkan untuk bekerja untuk makan. Namun sering kali kita terhanyut bekerja mengumpulkan harta karena selalu merasa kurang. Kita melupakan sumber berkat sesungguhnya, yaitu Tuhan. Tuhan memberkati manusia untuk menjadi saluran berkat.

Pembicara: 
Ev. Nita Wijaya