Bukti Nyata Kebenaran

Audio: 

Nas: Roma 12:1-2; Roma 14:7-9

Martin Luther dan Calvin mengatakan bahwa injil yang murni terdapat pada kitab Roma. Intisari injil ada pada pasal 1-11. Inti injil yang Paulus maksud adalah tidak ada satupun manusia yang luput dari murka Allah dan manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

Apakah kebenaran?
Iman kepada Kristus adalah satu-satunya tumpuan manusia untuk diterima oleh Allah.

Pasal 12 dan selanjutnya, Paulus menjabarkan tujuan dari penyelamatan Kristus. Tujuan dari itu bukan sekedar kita diselamatkan dari neraka, namun kehidupan dan tujuan yang baru. Yang dahulu adalah seteru Allah, namun sekarang adalah anak Allah.

Paulus menasihatkan kita untuk memberikan tubuh dan hidup kita kepada Allah. Oleh karena Roh Kudus, kita telah diperbaharui sehingga kita dapat mengenal kehendak Allah.

Bagaimana kita menerapkan kebenaran ini dalam hidup kita?

Pertama-tama kita harus tunduk dan menerima kebenaran itu. Pada pasal 1, Paulus menyatakan bahwa ada beberapa jemaat di Roma yang tidak percaya pada kebenaran itu dan mengganti kebenaran dengan kebenaran palsu/dusta. Walaupun mereka giat bekerja untuk Allah, namun mereka tidak melakukannya dengan dasar kebenaran yang benar.

Tidak ada kebenaran yang sejajar dan sebanding dengan Firman Allah. Manusia diciptakan untuk tunduk kepada Allah. Apabila kita kembali ke taman Eden, di sana kita melihat bahwa iblis menyodorkan kebenaran yang lain kepada manusia dan ketika manusia percaya kepada kebeneran tersebut, manusia menjadi sama seperti Allah. Mereka menjadi mandiri dan menjadi allah kecil atas dirinya sendiri dan membangun kebenaran mereka sendiri.

Inilah yang terjadi pada masa ini. Terdapat 2 kebenaran yang disodorkan kepada kita, kebenaran Firman Allah dan kebenaran umum. Namun orang Kristen percaya kepada keduanya dan mentoleransi kebenaran umum yang secara jelas bertentangan dengan kebenaran Firman Allah, sehingga makin jarang kita menemui orang Kristen yang murni.

Kebenaran Firman Allah adalah kebenaran yang akan memerdekakan kita dan kita tidak seharusnya lepas dari kebenaran itu. Injil Yohanes berkata bahwa Yesus adalah pokok dari pohon anggur dan kita adalah carangnya. Dengan demikian, tujuan penebusan dapat nyata dalam hidup kita. Pembaharuan seluruh hidup kita agar kita menjadi wujud nyata kebenaran dengan memrepresentasikan Allah dalam dunia ini.

 

Pertanyaannya adalah, kebenaran mana yang kita hidupi?
Kita harus mengingat bahwa kebenaran yang kita pilih menentukan arah hidup kita.

Pembicara: 
GI. Nita Wijaya