Buah Roh: Sukacita

Audio: 

Nas: Galatia 5:22-23

Ketika seseorang memiliki sukacita pasti ada satu perubahan besar dalam hidupnya, seperti terulis dalam Amsal 17:22 yang berkata Hati yg gembira adalah obat yg manjur.

Apa yang menentukan sukacita kita?

1. Keadaan / suasana di luar diri kita
Semua orang suka entertainment, gereja sampai dibuat seperti mall 

2. Apa yg kita punya ( uang, rumah, harta, dll )
Hasil survei di Amerika, gaji yang membuat orang bersukacita sekitar 50 - 70 jt per bulan. Tetapi ironinya masih ada orang yang korupsi walau gajinya 300 juta sebulan. Orang yang termiskin adalah mereka yang tidak mempunyai apa2 kecuali uang.

3. Apa yang tidak / belum kita punya ( mimpi, cita2, harapan, keinginan)
Apakah ketika keinginan dan harapan itu tidak terpenuhi, kita akan tetap bersukacita? Kita sering menggantungkan sukacita pada keinginan yang belum tercapai. Namun ketika tercapaipun, semua itu akan sirna. 


Sukacita adalah rahasia besar orang Kristen. Seperti apakah sukacita sejati itu?

1. Sukacita yg bersumber dari Roh Kudus

Buah Roh yang merupakan karya Roh Kudus. Orang Kristen memiliki sumber atau alasan bersukacita yang harus berbeda dengan sumber atau alasan sukacita dunia ini.
Prinsip dunia : saya bersukacita karena ....
Prinsip kristen : saya bersukacita meskipun .... 

2 Korintus 11:23-28
Sukacita dari Roh Kudus yang membuat Paulus mampu bertahan dalam pelayanannya. Dalam penjara pun dia dapat menulis kitab sukacita karena karya Roh Kudus. Sukacita sejati adalah:
- Sukacita yg muncul dari dalam diri sebagai hasil karya Roh Kudus.
- Sukacita yang menjadi karakter.  
- Sukacita yang bertahan dalam segala keadaan.

2. Sukacita yg berpusatkan pada Kristus

Sukacita kristen bukan memiliki segala sesuatu dalam dunia ini tetapi karena memilik Kristus. Kristus yang berkuasa atas hidupnya, bukan uang dan harta.

Dalam buku Westminster: tujuan tertinggi dalam hidup manusia adalah menikmati Allah dan memuliakan Dia selama-lamanya. Salah satu dampak / wujud nyata ketika seseorang dapat menikmati Allah adalah ketika hidupnya dipenuhi sukacita.

Fanny Crosby buta sejak berumur 6 minggu. Tidak lama kemudian ayahnya meninggal dan ibunya bekerja sebagai pembantu, sedangkan dia diasuh neneknya. Neneknya mengajari dia tentang kasih Kristus. Pada ulang tahun ke-92 dia berkata: Jika ada orang di dunia yang lebih dari saya, bawalah orang itu kemari supaya saya bisa menyalaminya. Pada umur 8 tahun, dia menulis puisi demikian:

Oh, aku anak yang sangat berbahagia
Meskipun aku tidak bisa melihat
Aku memutuskan bahwa di dunia ini
Aku akan berpuas hati
Begitu banyak berkat kunikmati
yang tidak orang lain dapati!
Untuk menangis atau berduka karena aku buta
Aku tak akan melakukannya

Pembicara: 
GI. Aksi Bali