Buah Roh: Kelemah Lembutan

Audio: 

Nas: Galatia 5:22-23; Kolose 3:12

Hidup kita tidak bergantung pada seberapa pintar dan terampilan kita. Bukan pintar dan terampil tidak penting, namun 2 hal itu bergantung pada:

  1. Keputusan
    Karena keputusan menentukan hidup kita. Contoh, tiap hari makan babi membuat kita kolesterol. Orang yang kurang terampil, karena keputusannya ia berlatih dan menjadi terampil.
  2. Karakter
    Masa depan hidup kita tergantung pada karakter kita. Orang yang gagal merasa sangat sial tergantung karakternya. Kita bisa gagal, tapi kegagalan tidak mengagalkan hidup kita. Yang menggagalkan hidup kita adalah karakter kita.

    Karakter adalah hal yang terlihat dan identik dengan diri kita. Contoh, kita sering menggunakan baju merah, dia akan dikenal sebagai ibu merah. Karakter kita dikenal oleh orang karena kebiasaan yang selalu kita lakukan.

 

Orang yang hidup dalam Roh Kudus pasti berubah karena Allah yang menciptakan jagad raya adalah Allah yang sangat berkuasa. Namun dalam kekuasaan-Nya, Allah juga memberikan kehendak bebas kepada manusia sehingga manusia punya kebebasan untuk memilih apakah dia menerima Roh Kudus atau tidak. Dan hanya dengan hidup di dalam Roh Kuduslah kita diberikan hati untuk belajar.

Manusia adalah mahluk yang paling pintar untuk belajar. Manusia dapat belajar untuk hidup berkarakterkan Buah Roh. Manusia bisa berubah apabila dia berkeputusan untuk mau belajar dan merubah kebiasaan dan karakternya. 

Sama halnya dengan kelemahlembutan. Dalam bahasa Inggris, Kelemahlembutan berarti Gentleness. Gentleness adalah kata dasar dari Gentleman. Berarti, seorang yang lemah lembut adalah seorang Gentleman. Yesus Kristus adalah seorang Gentleman. Dan seorang Gentleman adalah seorang yang:

  1. Bisa mengendalikan dirinya
    Seorang gentleman bukan berarti tidak bisa marah, namun marahpun harus memiliki tujuan dan pengengalian diri. Tuhan Yesus juga marah dengan tujuan.
  2. Mengakui kesalahannya
  3. Bisa dipakai oleh Tuhan dan berharga di mata Tuhan (1 Petrus 3:4)
    2 ekor kuda yang menerima pelatihan dan perawatan yang sama. Namun 1 bisa kendalikan dan 1 lagi liar. Kedua kuda memiliki kekuatan yang sama, bedanya kuda yang liar tidak bisa dipakai dan dikendalikan. Seperti seorang manusia yang lemah lembut, enak dilihat dan bisa dipakai oleh Tuhan. 
 

Dengan demikian, marilah kita berkeputusan untuk terus belajar dan berubah agar Buah Roh menjadi karakter kita dan dirasakan oleh orang di sekeliling kita.

Pembicara: 
Pdt. Reggy Andreas