Bagaimana seharusnya kita merayakan Natal

Audio: 

Ada banyak hal yang sudah tidak sesuai dengan esensi natal. Banyak orang merayakan natal namun tidak memiliki sikap yang benar.

Matius 2:1-12

2 sikap yang benar, yang dapat kita pelajari dari orang Majus:

1. Memiliki kerinduan yang sungguh-sungguh menyambut Kristus(ay 1-2)

Bukti kerinduan mereka dapat dilihat dari:
- mereka menggunakan bintang sebagai petunjuk
- mereka menempuh 800-1600km sepanjang padang gurun
- persiapan logistik yang seharusnya sangat matang untuk perjalanan yang sangat jauh ini
- tidak tahu mengenai jenis kelamin dari bayi yang lahir
- ketika mereka sampai, dikatakan bahwa Yesus bukan lagi seorang bayi, namun seorang anak berumur 2 tahun. Ini menandakan perjalanan itu ditempuh selama 1 tahun lebih
- perjalanan jauh tersebut sambil membawa persembahan yang dikhususkan pada raja dan dewa

Apabila dibandingkan dengan para imam, ahli taurat & Herodes yang mengetahui dan mempelajari kitab suci sehingga pastinya mereka tahu petunjuk mengenai kelahiran Yesus, jarak, waktu, dan jenis kelamin. Jarak antara lokasi mereka di Yerusalem Betlehem hanya 9km namun mereka tidak memiliki hati kepada sang Mesias.

Orang Majus mengajarkan kerinduan yang dalam dan diwujudkan melalui fokus, pikiran dan tindakan nyata kepada Kristus.

Adakah kita menyambut Kristus dengan kerinduan yang dalam dan kesungguhan setiap waktu? Jenuhkah? Lelah, biasa, dan tanpa semangatkah?

Adakah hati kita sungguh-sungguh rindu kepada Kristus?

 

2. Kristus adalah pusat penyembahan

Arti kata ibadah/sembah:
Leitourgia: pekerjaan publik yang dilakukan oleh jemaat/rakyat
Proskuneo: kesediaan & kerelaan untuk sujud menyembah
Latreia: pelayanan yang berdasarkan keharusan/budaya
Thereskeia: pelayanan terhadap orang yang kesusahan
Sebomai: kata yang digunakan untuk mengucapkan penyembahan kepada Tuhan

Kitab Matius mencatat penyembahan yang dilakukan orang Majus adalah Proskuneo.

Orang Majus kemungkinan tergolong kategori:
- raja
- imam
- orang bijak

Orang Majus dengan statusnya yang tinggi menyembah Tuhan dengan bentuk Proskuneo.

Sikap menyembah Yesus bukanlah berbicara melakukan tradisi agamawi, pembicara, maupun perlengkapan & sarana. Orang Majus mengajarkan kita untuk menjadikan Kristus sebagai pusat penyembahan.

Adakah kita Proskuneo kepada Kristus?

 

Ciri orang percaya yang menjadikan Kristus sebagai pusat penyembahan adalah mereka mengalami transformasi sikap, karakter & tindakan: percaya, mudah diajar, peka & taat. Ini terlihat dari orang Majus ini tidak kembali ke Herodes karena mereka percaya kepada peringatan yang disampaikan kepada mereka lewat mimpi.

Pembicara: 
Pdt. Peter Lau