Jalan Tuhan Yang Tidak Terselami

Audio: 

Nas: Ayub 42:1-10

Kita tahu bahwa Allah mahakuasa dan kita mengakui Allah dalam pujian dan pengakuan iman rasuli. Yang menjadi masalah dalam ke-Kristenan adalah dapatkah kita tetap mengkaui kemahakuasaan Allah dalam penderitaan yang kita alami?

Bagaimana kita dapat memaknai arti penderitaan dalam hidup kita? Bagaimana kita dapat memahami pikiran Allah? 

Apabila kita membaca kisah Ayub, ada 3 hal yang dapat kita bahas.

1. Iblis

Iblis ingin mencobai Ayub yang saat itu diberkati luar biasa oleh Tuhan. Namun iblis tidak dapat melakukan apapun tanpa ijin dari Allah. Allah mengijinkan ini terjadi karena Allah ingin menguji apakah Ayub bergantung kepada Tuhan.

Dalam perjanjian baru ada perumpamaan tentang seorang yang sangat kaya yang memiliki banyak sekali simpanan panen di lumbungnya. Orang ini sangat penuh terhadap dirinya sendiri tanpa mengingat siapa yang mengijinkan berkat itu dia terima. Dia mengabsolutkan yang relatif(kekayaan, harta) dan merelatifkan yang absolut(Tuhan).

2. Ayub

Ayub menderita dan kehilangan segala yang dimilikinya. Di tengah penderitaan itu Ayub dikunjungi 3 orang teman yang berusaha untuk menjelaskan penderitaan kepada Ayub dengan cara mereka masing-masing. Sering kita memberikan penghiburan dan berusaha menjelaskan penderitaan kepada seseorang yang sedang mengalami ujian/penderitaan dalam hidupnya. Mudah bagi orang yang tidak mengalami penderitaan itu untuk mencoba menjelaskannya.

Ayub mengutuki hidupnya dan meratapi nasibnya karena tidak mengerti kenapa semua hal ini harus dia alami. Namun penderitaan adalah sebuah misteri. Penderitaan dapat menjadi sebuah bencana, namun penderitaan juga dapat menjadi pelayanan. Bahkan melalui penderitaan, Tuhan dapat membuka pintu kepada sesuatu yang kita tidak pernah pikirkan sebelumnya.

3. Allah

Ayub 40:28 - 41:2

Allah yang berdaulat dan kudus itu tidak harus mempertanggung jawabkan apa yang Dia lakukan. Setelah melewati semua penderitaan itu, Ayub dapat melihat siapakah sebenarnya Allah itu. Ayub menyesal dan menarik semua pikiran dan perkataannya terhadap Allah karena pada akhirnya Ayub melihat bahwa Allah ada di pihak dia.

Hidup ini PENUH dengan ketidakpastian. Kapanpun kesulitan dan penderitaan dapat menghampiri kita. Namun ada satu jaminan bahwa Tuhan selalu ada di pihak kita.

Pembicara: 
Pdt. Daniel Tanusaputra