Ya, Tapi Tunggu!

Wahyu 6

“Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.”(Why. 6:11)

Ya, segera, saat ini, sekarang, dan di sini! Jangan tunda, jangan besok, minggu depan, bulan depan, apalagi tahun depan! Saya mau hari ini saja, menit ini, bahkan detik ini! Inilah keinginan dan hal yang kita sukai ketika berseru kepada Tuhan, apalagi kalau seruan itu adalah seruan untuk keluar dari masalah. Kalau boleh, begitu berkata amin, saya langsung melihat jawaban dari Allah, masalah saya langsung beres. Namun cara kerja Allah tidak dapat kita prediksi atau ramalkan. Ketika Allah berkata ya, tidak selalu berarti saat ini, di sini. Acapkali Tuhan menjawab ya, tapi tunggu dulu, sebentar lagi, bersabar dulu.

Dalam pasal 6 ini Sang Anak Domba membuka keenam meterai pertama. Pembukaan meterai ini menunjukkan pelaksanaan rencana Allah, yang menggambarkan apa yang terjadi dalam sejarah yang akan mencapai puncaknya pada akhir zaman. Empat meterai pertama adalah empat kuda yang berbeda warna dan melambangkan bencana-bencana yang terjadi dalam sejarah. Bencana-bencana itu adalah peristiwa yang terjadi dalam sejarah sampai akhir zaman. Meterai kelima adalah tentang orang-orang kudus yang mati syahid karena iman mereka, sedangkan meterai keenam adalah tentang penghakiman terakhir. Dalam meterai kelima dikatakan bahwa orang-orang yang mati syahid itu berseru kepada Allah untuk mengakhiri penderitaan mereka dan menghakimi orang-orang yang membuat mereka menderita. Tetapi Tuhan menyuruh mereka untuk menunggu sedikit waktu lagi. Tuhan menjawab seruan mereka; mereka akan mendapatkan keadilan dari Allah, tetapi mereka harus bersabar sampai waktu yang telah ditetapkan Allah. Tuhan meminta mereka menunggu, bersabar dalam penderitaan mereka, karena Tuhan sudah merancangkan sesuatu yang melebihi penderitaan mereka sesuai dengan waktu-Nya.

Apakah Saudara sedang dalam pergumulan, kesulitan atau penderitaan? Saudara sudah berdoa, bahkan berteriak kepada Tuhan, tetapi sepertinya Tuhan tidak menjawab. Tuhan kenapa diam? Tuhan kenapa tidak berkarya? Mungkin Saudara berkata demikian. Tapi tunggu dulu. Tuhan mungkin sudah menjawab ya, tetapi dia meminta Saudara menunggu dan bersabar sebentar. Untuk itu jangan menyerah atau pasrah pada pergumulan, kesulitan dan penderitaan, tunggu tanggal mainnya!

Pertolongan Tuhan pasti; tetapi waktunya kapan, hanya Tuhan yang tahu.

Source: http://aksibali.blogspot.com/2006/12/ya-tapi-tunggu.html